ARCAMANIK -- Banjir yang menggenangi kawasan Cisaranten Kulon hingga kemarin (9/2), mulai surut. Tampak hanya dua RW yang terendam banjir yaitu RW 06 dan 07 dari enam RW yang beberapa waktu lalu terendam air. Hal tersebut dijelaskan Camat Arcamanik Mia Rumiasari pada wartawan saat menyambangi kawasan banjir.
''Sekarang proses kirmir sedang berjalan lagi, pasukan gorong-gorong dan semua turun kemudian sudah dihimpun, nanti kita buat kirmiran sampai tiga lapis, mudah-mudahan debit air mendukung tidak terlalu tinggi seperti kemaren sehingga, kita bisa meninggikan tanggul yg kemaren kita buat,'' jelas dia.
Ketinggian air di kawasan banjir ada pada 50 sentimeter. Untuk posko dan tempat evakuasi sendiri. Masyarakat sudah memilih untuk kembali ke rumah masing-masing karena debit air sudah surut. Posko yang tersedia pun sudah mulai ditinggalkan warga, hingga kemarin kondisi kesehatan warga masih pada keluhan gatal-gatal ringan.
''Kalo saya dari dokter belum daper scara utuh, belum terlalu banyak juga,'' kata dia.
Dua RW yang masih terendam ada pada kisaran 115 orang. Untuk perbaikan kirmir, Kepala Bidang Pengairan Dinas Binamarga Kota Bandung Sihar Pandepotan mengatakan, proses perbaikan kirmir akan dilakukan dengan dua opsi. Yaitu, pemberonjongan atau penyusunan batu di dalam anyaman kawat, secara manual dan pemasangan beton jadi yang rencanannya akan dipasang dengan bantuan angkutan besar.
''Baru dipasang bronjong jadi si bronjong itu juga ga tahan ku krucuk juga, tapi setelah ujan belum tahu, apakah anak-anak (pekerja) berenti apa nggak, karena airnya cukup besar juga,'' kata dia.
Pamasamgan manual nantinya akan menggunakan cara biasa. Namun untuk pemasangan beton yang sudah jadi untuk dipasang rencanannya akan menjebol benteng rumah susun cingised untuk mengangkutnya dengan alat berat.
''Cuma kita masukin juga beton jadi istilahnya, tapi kita kesulitan bawanya. Kalau misalkan ini tidak terpasang, kita ada wacana menjebol benteng rusunawa, pager buat jalan masuk alat berat, jadi kita nanti bawa bis beton atau bahan- bahan beton teh pake alat berat karena dipanggul ga bakal kuat,'' jelas dia.
Hal tersebut memanh dikatakan wacana, namun bila kondisi hujan masih mengguyur kawasan Bandung timur dan membuat tinggi debit air, cara tersebut akan dilakulan dalam hitungan hari.
''Ya makanya, kalo opsi mendung terus kita pakai bahan jadi, termasuk akan coba pakai baja atau beton, hanya saja itu kan berat, mungkin pertama juga kita bawanya, karen kita jalan aja sulit, Satu-satunya nya jalan lewat sawaah, tp lewat sawah juga masuknya gal ada jalan, nah lewat rusun, nantii bentengnya kita bongkar, masuk lewat situ," kata dia. (Selfie M)
0 komentar:
Posting Komentar