SUMUR ANDUNG-- Kota Bandung kembali menyalurkan raskin secara gratis kepada rumah tangga sasaran (RTS) tanpa pungutan biaya. Penyaluran raskin gratis ketiga kalinya ini rencananya akan dimulai pada Senin (9/2) mendatang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Eli Wasliah mengungkapkan para RTS tidak dibebankan biaya apapun dalam penyaluran raskin ini. Pasalnya, biaya penyaluran hingga distribusi raskin sudah disubsidi oleh Pemerintah Kota Bandung.
"Kita sudah sampaikan ke petugas raskin kelurahan, raskin Kota Bandung harus diterima warga dalam kondisi gratis tidak boleh dipungut berapa pun, dengan alasan apapun," ujar Eli saat sosialisasi penyaluran raskin di Balai Kota Bandung, kemarin (4/2).
Ia mengatakan jumlah subsidi sebesar Rp24 miliar sudah dianggarkan Pemerintah Kota Bandung untuk mengganti biaya penyaluran dari titik distribusi, titik bagi hingga sampai ke masyakat. Sehingga, beban biaya distribusi raskin seperti di daerah lain tidak berlaku di Kota Bandung.
Jumlah penerima raskin tahun 2015 di Kota Bandung sendiri belum berubah dengan jumlah penerima sebelumnya yakni sebanyak 62.255 RTS. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sesuai dengan pagu raskin yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Kami tidak menambah atau mengurangi jumlah ini, karena kita mengikuti pagu raskin dari Pemerintah Pusat," ujar Eli.
Meskipun begitu, Eli mengakui jumlah tersebut belum semua mengakomodir warga miskin Kota Bandung. Karena, pada penyaluran tahun lalu diketahui ada penambahan yang dilakukan beberapa pihak.
Hal ini diketahui saat pemeriksaan raskin Kota Bandung oleh Badan Pemeriksa Keuangan beberapa waktu lalu dari jumlah penerima RTS yang seharusnya by name by adress.
"200 lebih (penambahannya) sesuai diperiksa BPK, memang di kelurahan yang sentra kemiskinannya padat, ternyata pagu yang ditetapkan masih kurang, sehingga ada penambahan jumlah tersebut," ujarnya.
Penambahan itu disiasi oleh beberapa pihak dengan mengurangi jatah yang biasa diterima RTS yakni sebanyak 15 kilogram. Mengantisipasi kejadian serupa, Eli pun menegaskan penerimaan raskin tahun ini harus sesuai dengan pagu raskin yang ditetapkan.
"Kami tegaskan harus sesuai dengan pagu raskin kalau pun ada penambahan harus ada berita acara dari yg menerima, dari by name by adreess itu," ungkapnya.
Ia pun mengakui saat ini Pemkot Bandung belum dapat memenuhi kebutuhan warga miskin yang belum terdata dalam pagu raskin tersebut. Sekali pun menambah anggaran subdisi, biaya yang dibebankan untuk tambahan sekitar 10 ribu keluarga tersebut sebesar Rp8000 ribu per kilogram beras.
"Kami hitung-hitung kalau mau nambah yang belum itu bisa ratusan miliar, karena tidak ada subsidi dari pusat," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tahun ini merupakan tahun evaluasi penyaluran raskin. Ia pun berharap penyaluran di Kota Bandung bisa berlangsung lancar tanpa kendala sehingga dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat meneruskan program tersebut.
"Ini tahun evaluasi diteruskan atau tidak, bisa saja tahun terakhir, tapi Bandung sendiri menilai program ini sangat penting untuk masyarakat, apalagi untuk masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhannya," kata Eli. (Selfie M)
0 komentar:
Posting Komentar